Ragam cerita sebuah keluarga yang tidak biasa, terdiri dari ibu dan seorang anak lelaki.
Sabtu, 14 Desember 2019
Love Rendezvous
Rabu, 31 Juli 2019
Minyak dan Air
Gw pen crita tentang gw dan seorang pria, dimana hubungan kami tu g seperti pasangan pada umumnya tapi juga g seperti teman pada biasanya.
Ibarat minyak dan air, sama sama zat cair tapi g bisa nyatu, lebih parah dari pada minyak dan api sih karena dua itu saling mempengaruhi, dan g lebih baik daripada air dan api karena dua itu saling ngimbangin or ngademin. Kami sama tapi g menyatu, beda fungsi, dan berjalan di track masing masing g bisa saling mempengaruhi. Kami bisa berada di satu wadah tanpa mengganggu satu sama lain, respect kedudukan masing masing, tapi tidak saling mempengaruhi dan tidak dapat larut untuk berkolaborasi.
Gue si minyak mungkin bisa saja memberikan rasa pada si air, saat gw jadi minyak bumbu misalnya tentu akan memberikan rasa pada air yg tawar. Tapi gue akan tetap mengambang di permukaan air, g akan jatuh ke dasar air.
Air sendiri merupakan zat yang termasuk polar sifatnya, hal tersebut karena adanya distribusi muatan yang tidak merata pada strukturnya. Satu sisi bersifat positif sedangkan sisi lain cenderung bersifat Negatif. Karena sifatnya yg polar tersebut maka kebanyakan zat cair akan menjadi larut didalam Air.
Sabtu, 13 Juli 2019
Rabu, 03 Juli 2019
When Ibuk Become JobSeekeer again (2019)
Holla everyone, well kali ini pengen sedikit cerita tentang apa yang sedang gw hadapin, jadi udh tau dong kalo gw memang selalu bekerja sejak muda dan akhirnya ikhlas menjatuhkan diri ke dunia kerja kantoran sejak 2014 karena adanya kesadaran tanggung jawab lebih sebagai kepala keluarga 😎 sebelumnya jg udh kerja sih tp bukan officially like karyawan kantoran be like gitu hehe. Dan sejak saat itu perjalanan profesional gw sebagai karyawan dimulai hahai gaya beut dah ah gw 😆😁🤭.
Well singkat cerita aja, jadi sekarang ini kan gue masih tercatat sebagai karyawan di PT DTK sejak Juli 2018 dan its mean bulan ini (saat gue nulis ni curhatan ye) Juli 2019 adalah akhir dari kontrak kerja gue, and udh direview dengan putusan tidak diperpanjang 😶 honestly this was my first time sih ngalamin end of work contract sesuai bgt waktunya i mean kek yg tertulis di kertas kontraknya gitu hehe.
Yess, there's a lil bit worry when got that decision eventhought i knew g gue doang yg g diperpanjang, there's others employee yg juga no extend. But ya i just can receive it as the best thing from God, and trust to my self that I still capable n qualified for applying to the new work oportunity. Bukan sombong lho ya tapi lebih ke menjaga optimisme diri agar g down and keep my right mind then i able to think clearly for some better solution ahead 😊.
Thanks to God my office mates was keep supporting me and shows their high emphaty to ibu ibu like me yg yaa they already knew that actually now is the critical moment for me cz Hikaru just gonna be a new student of elementary school, this transition time oftenly might spend a lot money 😌.
Part 2 - 10/07/2019 21.57
Well,today I was in the feeling of worry because have not get any interview invitation again from any company i've applied. I re-checked my cv again and feel its enough for me, then i thought maybe I need more effort to apply as a jobseeker. Finally I ended up busying my self applying my cv to various vacancy in many online job portal, hope it will work even one.
U know what, Actually now I also in the feeling of hesitating as a job seeker cause actually i want to follow my passion in creative field or broadcast field, but i doubt to my self that i still can attract some media company out there to hire me to be one of their part. And probably gonna takes longer time. In the meantime as a single parent (technically) i have to get new job soon and get paid properly
To earn my self, my son, and family.
The conciousness of having responsible is can not put the self ego on top of obligation.
Interview kedua gue di salah satu perusahaan pemadam kebakaran dari Jepang yg pengen merambah dunia ecommerce di indonesia, interview nya cepet, lancar dan setelah ke hr langsung ke usernya manager sales n marketingnya, but ya mungkin blm jodoh jd g da follow up.
Interview ke tiga gue di salah satu lembaga pendidikan di kota Depok, sekolah tingkat TK dan elementary umum di kawasan GDC. Gue dtg before time scheduled sekitar jam 7.30 baru mulai tes tulis toefl sekitar jam 8an, g cuma toefl tp juga ada tes warteg n essay gitu banyak lah mayan. Selesai g lama cuma krn g da yg ngawasin n suasana tempat gw tes ruangannya sepi banget jd ya dont know how to confirm that I finished the tasks. Barulah jam 11 lewat gue diminta interview dengan 2 org wanita yg konon kepseknya klo g salah. Interview in english, lancar lancar aja, they impressed enough with my self presentation, until I told them klo gw g menyelesaikan kuliah HI gue, and suddenly one of the woman said "kalo mau kerja jadi pengajar di lembaga pendidikan harus bertitel Sarjana" o well gw langsung nangkep kalo this will be the end of the interview. She told me to continou my college study and close the interview session, and I went home dengan santuy aja, tapi makin kapok buat try to apply ke lembaga pendidikan formal hehe.
Selasa, 11 Juni 2019
Resiko Nitip Anak Ke Ortu
Gue lagi nyesek banget pas pulang kerja capek n penat trus ngedapetin Hikaru garuk garuk badan terus, omaygat kenapa lagi anak ini, plis dont say eksim ya kumat lagi.
Abis makann cuci piring, trus beresin urusan perpindahan kamar tidur lagi ,oia gw n hikaru masib terpaksa nebeng di rumah ortu ktika gw harus kerja krn blm memungkinkan untuk mandiri, Hikaru msh kecil buat ditinggal gitu aja sendiri dirumah selama gw kerja ke ibukota kl kami tinggal dirumah kami di bogor. Plus gw g ada partner juga buat kerjasama take care Hikaru kl mau mandiri.
Ok abis bebenah ini itu n nyuruh hikaru pindah, Hikaru masih aja garuk garuk badan dan krn jengah ngeliatnya gue cek lah sekalian bantu dy ganti baju mau tidur, selepas dy bebersih badan n sikat gigi malam.ternyata bener eksimnya kumat lagi bruntus ruam ruam merah di kulit sekujur badan bagian atas n tangan dy, langsung gw tanya tadi mandi pake sabun dari dokter g? N dy jawab kl dy g pake losion, n pas mandi disabunin pake sabun oren, sabun batang umum yg ada di kamar mandi umum tmpt bokap n nyokap gw mandi.
Brasa di siram lada gue rasanya, beuh panas kuping ni dengernya, bikin nyesek di dada, pengen gw langsung maki rasanya pake kata kotor apa kek 'Begok kek/anjir kek/ brengsek kek or apalah' tp gw msh bs liat mata Hikaru mulai berkaca kaca, gw ngerti sih dy merasa bersalah, plus menahan sakit gatal nyerinya kulit dy.oia gw sdikit paham feelnya ni penyakit kl lg kumat krn gw jg menderita eksim tp g di level atopic n g diseluruh badan. Sementara Hikaru ni di sekujur badannya bisa terkena eksim atopic yg kononkata dokternya g bisa disembuhin total tapi bisa selalu dicegah dan cepet ditangani sblm bener bener parah dan malah jd ke masalah lebih serius.
Akhirnya entah gmn gw malah bilang
'kalo ibu yg mati duluan dan kamu g becus ngurus diri kamu sendiri, dan kamu g berani speak up yg bener ke org lain, kamu mau jd apa hah sendirian nanti?'
Inget kan kita cuma berdua ?
Hikaru ngejawab dgn nada mulai serek nahan nangis keknya,
'maafin aku buk'
Gw ngerti sih sulit menjadi Hikaru pastinya, hidup seharian sm dua org tua gw yg stubborn, suka ngebully, dan g mau susah tentunya jd bikin serba salah sebagai anak kecil.
Tapi jiwa ego gw jg jd terusik, gw merasa upaya maksimal gw merawat n bantu Hikaru sehat normal kyk anak pada umum ya tu g dihargai.
Biaya treatment Hikaru gegara eksim atopic ni j udh mahal bagi gue yg masih termasuk sobat miskin ini, dan parahnya g dikover asuransi jd gue harus selalu modal minimal stgh juta tiap kali habis sabun n krimnya.
Gilak ortu gw dgn santainya ngerusak sistem pengobatan anak gue yg udh gwtting better jd kudu ngulang lagi dr awal.
Well, masih kesel gw sbnrnya tp gue ngantuk n sakit kepala jd keknya smp disini dulu, gudnitw
Sabtu, 08 Juni 2019
The Only Parent
Today finally I told Hikaru frontally that he doesn't need ask about his father again everytime we back to our home at Bogor.
I told him that we have to be more having a sense of belonging to our own home and quality - two - time, we back not for someone else but pure for our home.
I told him that Hikaru needs to be more receive with the fact that its only me the one his parent who will be able present in his life for real.
I told him to be more focus on his life.
I told him that his father is not a person who belong to him, not even me his mother, we weren't family in common. we dont need to know more about the reason or why from that man, just let him go with his own life, like he let us just go with our own life in the different live, vision, and many things.
Then Hikaru just silent for a second, suddenly starring straight to my eyes and said
' its ok, baiklah aku g ngerti banget tp nanti aku pasti akan ngerti ibu, sabar y bu '
😪😥 jleb, iya sih keknya gue yg harus lebih banyak bersabar struggling as his parent 😌😅
Senin, 29 April 2019
Selasa, 16 April 2019
Die sooner or later
Hari ini Hikaru bilang wanna die drpd sakit lagi di rumah jatijajar.
Gue sedih tp g bs menyalahkan krn gue pun punya pikiran yg sama.
Kondisi sehat aja tinggal di jatijajar tu udh g enak apalagi dlm kondisi sakit. Org org disini bukan org yg appreciate life, g pernah ikhlas disusahin atau diminta tolong dan mengukur segala sesuatu dari materi, ditambah dengan sifat bokap nyokap yg muka dua jd bkin ilfil dan males buat ngelibatin mereka dalam hidup.
Gue sdg memikirkan gmn caranya agar bs mandiri sm Hikaru aja. Agar bs lepas dr neraka dunia. Nyali gue blm cukup dan finansial gue blm ajeg untuk bener bener pergi berdua aja hidup.
Sabtu, 23 Maret 2019
Together We Were Stronger
Together stronger
(My song for Hikaru)
Yang aku tahu ku harus tetap kuat
Yang aku tahu ku harus terus berjuang
Yang aku tahu dirimu adalah alasan
Aku kuat, ku berjuang, untukmu hey yg tersayang
Engkau ada, didunia bukan tuk sia sia
Dan aku berharap, kau kan bangga, telah ada...
Ada orang berkata kita bukan apa-apa
Ada mereka mencela kita bukan siapa siapa
Tapi selama kita bersama dan satukan rasa together we will be stronger
Aku kuat, ku berjuang, untukmu hey yang tersayang
Engkau ada, didunia bukan tuk sia sia
Dan aku berharap, kau kan bangga telah ada...
Percayalah...
Suatu hari nanti kita kan punya segalanya
Suatu hari nanti kita kan jadi berguna
Biar saja jika kita berbeda, cause
Together we will be stronger...
Aku kuat, ku berjuang, untukmu hey yang tersayang (together we will stronger)
Engkau ada, didunia, bukan tuk sia sia (together we will be stronger)
Dan aku berharap, kau kan bangga telah ada...
Cause,
Together we will be stronger ...
Together we will be stronger ...
Together ... We will be stronger....
Rabu, 13 Maret 2019
Menikah Untuk Berpisah
Well, some absurd tittle maybe right ?!? Commonly people getting married to be together with their lover, tie the relationship in some comitment, and yess many things about love love and love in the early age of marriage haha.
But not all couple get that lucky thing called endless love in marriage.
Some of them forced to face the fact that not just happines and love which appeared in marriage life but also the new real bigger problem in life.
It doesn't easy to make 2 head with a different brain and different life background become connected one each other.
20/06/2019
Well, g semua orang akan menemukan cinta sejatinya dalam pernikahan. And mnrt gw g melulu benar bahwa pernikahan adalah akhir dr sebuah love journey.
Gw jg g ngerti banget sih ttg yg disebut dengan cinta sejati hehe i m not the love expert i knew it. But kata pencarian di google cinta sejati adalah dua orang yg saling mencintai dan saling mendampingi sampe akhir hayat. Hahai i dont know is it true or not, but for me kayaknya g gitu juga sih ya kalo melihat ke realitanya.
Ada case dimana pasangan yg mendampingi di hari kematiannya itu bukan krn cinta sejati tapi buat mastiin bahwa orang yg bikin dia menderita selama ini already really gone for sure and won't hurt him/her anymore in this life atau yg berharap bs lebih bebas menikmati harta peninggalan (jika ada) 🤣🤣🤣 wew so sorry if it is sound so insane, but i found it in real life 😁 makanya gw g terlalu percaya dengan yg gue dapet dari hasil googling hahaha.
😪 Why telling about love is always make me exhausting quickly. Cont later...
Senin, 11 Maret 2019
Alone or Lonely
Jumat, 08 Maret 2019
Ukhti Idola
Anywhere you are is where I want to go, You are my address
I don't care how I get it
Need one way ticket home
Refrain dari lagu One Ok Rock berjudul One Way Ticket tiba-tiba mengalun memecah keseriusanku menatap layar komputer di meja kerjaku, tentu saja hal tersebut juga mengundang beberapa tatapan mata tetangga meja kerjaku, kuraih ponselku yang lupa kuubah silent mode, sederet nomor telepon provider Indosat tertera dilayarnya.
" Wah nomor siapa ini ya?" tanyaku dalam hati.
Refrain One Way Ticket mengalun kembali untuk yang kedua kalinya, dan kali ini membuat Eva teman sebelahku memundurkan kursinya hingga membuatnya cukup terlihat disebelahku, situasi kantoran kubikel memungkinkan kami untuk saling bicara disela bekerja.
" Telepon dari siapa sih kak? coba angkat !" Tanya Eva
" Gak tahu, gak ada namanya" jawabku datar
" Ya udah paling enggak matiin kalo gak mau diangkat, brisik tahu" celotehnya.
Kutekan tombol telepon hijau pada layar ponselku dan mendekatkannya ke telinga.
"Ha..." kata sapaanku terpotong cepat oleh satu suara asing
" Salamualaikum, kak Ciput" terdengar riang sekali suara tersebut
"Waalaikum salam, siapa ya ini?" tanyaku
" Kak Ciput kan ini, Akira Putria yang dulu di Darussalam?" Tanyanya masih dengan nada bersemangat dan membuatku cukup terkejut.
"Eh iya, kok tahu, maaf ini siapa y?" kuulangi pertanyaanku
"Ini Iga kak, dulu mondok di ma'had juga" jawabnya
"Oh iya kah, Iga yang mana ya?" tanyaku hati-hati, karena sungguh aku benar-benar belum mengingat siapa orang yang berbicara di speaker ponselku saat ini.
"iih Antum kan ukhtii waktu di ma'had" jawabnya.
"What?" reflek aku sedikit mengernyitkan dahi
"hahaha iya kak, ini Iga yang dari Surabaya. Waktu di ma'had kita kan segudep sebelum Ana aladawam (berhenti sekolah di pondok pesantren)" jawab suara yang mengaku bernama Iga.
"ooh I see, yang ada tahi lalat di dagu bukan y?" Tanyaku
"iyaaa, yang pernah kasih surprise kakak waktu ulang tahun Kakak di gudep waktu kelas 4" celoteh Iga dengan riangnya, namun berhasil membuatku mendadak mengingat kembali sosok Iga Aisyah Lestari dan tentang momen tersebut dan kami pun tertawa, sekitar 10 menit akhirnya kuhabiskan waktu menjawab pertanyaan - pertanyaan Iga, kami bertukar kabar, dan sedikit bernostalgia tentang masa saat di pondok Darussalam dulu, sebagai timbal balik ku tanyakan pula tentang bagaimana dirinya saat ini, dan diakhiri dengan kesepakatan kami untuk saling follow akun sosial media Instagram.
Setelah Iga menutup teleponnya, sejenak aku tertegun dan merasa tak percaya bahwa setelah sekian lama, masih ada sosok yang mengingatku dengan kesan yang baik. Tiba-tiba fikiranku kembali mengingat ke masa itu saat masih bersekolah di sebuah pondok pesantren khusus putri di sebuah kota kecil yang terletak di provinsi Jawa Timur bernama Darussalam, sekolah sistem pesantren yang terkenal memiliki kurikulum berbeda dari sekolah lainnya di negeri ini, disiplin dan peraturan yang cukup ketat namun positif, plus sistem organisasi apik dengan kegiatan yang variatif, bahkan bisa dibilang Hogwartnya nusantara dengan sistem islam, masih ingat kan Hogwart di buku Harry Potternya JK Rowling.
Kala itu aku yang memang seringkali secara sengaja atau tidak sengaja terlibat dalam beragam aktifitas non exact cukup sering terlihat di khalayak pelajar santriwati Darussalam, didukung oleh nama yang terdengar tidak pasaran dan sering dianggap aneh tapi justru menjadikan hal itu sebagai sesuatu yang membuatku cukup diingat baik teman se-angkatan, kakak kelas, dan tentu saja adik kelas.
Oia, let me tell u tentang satu rules pergaulan di Darussalam, yaitu tentang panggilan, jadi ada satu larangan untuk memanggil orang lain khususnya kakak kelas atau orang yang lebih tua dengan panggilan aliasnya, sebenarnya secara umum memang tidak dibolehkan juga sih untuk menggunakan panggilan buruk, dan sudah dijelaskan juga sebenarnya dalam Al-Quran surat Al Hujuraat ayat 11
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki mengolok-olok kumpulan yang lain, boleh Jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh Jadi yang direndahkan itu lebih baik. dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan Barangsiapa yang tidak bertobat, Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim "
Nah tapi memang untuk keakraban kadang beberapa orang memiliki nama alias yang acapkali lebih beken daripada nama aslinya dan beberapa kadang terkesan kurang sopan. Tapi di Darussalam para adik kelas tidak diperkenankan untuk memanggil atau menyebut nama orang yang lebih tua darinya dengan panggilan alias tersebut, bagi yang melanggarnya ya bisa dikategorikan tidak sopan.
Aku sendiri tentu saja tidak luput dari yang namanya panggilan alias, tapi alhamdulillah nama aliasku Ciput tidak terlalu melenceng dari nama asliku Akira Putria, dan aku pribadi sebenarnya tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut. Tapi untuk kesopanan maka adik kelas atau yang bukan kawan akrab seangkatanku akan memanggil dengan nama resmi ku.
Menjadi dikenal tidak selalu membuatku senang, karena saat melakukan kesalahan meski mungkin sepele akan menjadi lebih mudah diketahui orang lain dan menjadi sesuatu yang sepertinya masalah besar. Like one day ;
" Hope to be coming Akira Putria to CLI Room after sunset praying " Suara bagian pengumuman Organisasi pelajar menggema di masjid selepas menunaikan sholat petang itu.
" Okay, what's the matter now?" tanyaku dalam hati
" Put, your name?" ujar Kania sahabatku
" yes it is" jawabku dengan senyum yakin namun getir, sambil berdiri sembari melipat sajadahku diiringi tatapan penuh tanya dan mungkin juga doa dari Kania.
Aku meninggalkan Kania yang harus mengikuti pengajian rutin ba'da magrib di masjid setiap hari Kamis. Kuturuni tangga masjid dan menuju CLI Room di gedung bernama Syanggit yang bersebrangan dengan masjid, masih dengan mengenakan mukena atasanku.
Oia di pondok Darussalam mewajibkan kami para santriwatinya untuk berbahasa Arab dan Inggris sesuai dengan jadwalnya dalam kehidupan kami sehari-hari, kami tidak diperkenankan berbahasa Indonesia selain untuk momen momen tertentu saja dan hal tersebut dimaksudkan untuk mengasah kemampuan bahasa asing santriwatinya agar siap berkomunikasi dengan siapapun selepas sekolah. Dan CLI yang merupakan singkatan dari Central Language Improvement ada sebagai bagian dari organisai pelajar di pondok ini untuk menjadi penegak disiplin dalam berbahasa tersebut, dan tentu saja akan ada teguran dan hukuman bagi setiap pelanggar peraturan termasuk peraturan berbahasa ini.
Sesampainya di kantor CLI aku disambut oleh seorang kakak kelas yang kuketahui bernama Aira duduk di kursi serambi kantor CLI.
" Akira Putri right ? Class 3 B and from Maghrib Hostel (nama ruang asramaku) ?" dia menyapaku sambil memperhatikan secarik kertas di tangannya, reflek aku mendekatinya dan menganggukkan kepalaku.
" yes I am " jawabku
" Did you know the reason we call your name?" tanya Kak Aira dengan sorot mata yang lumayan mengintimidasi dalam pandanganku.
Sejenak aku berfikir apa saja kata yang sudah kuucapkan hari ini, tapi sayangnya aku tidak merasa ada yang salah dengan ucapanku hari ini.
" I'm sorry, I don't know " jawabku jujur
" u don't feel that u have did some mistake ?" tanyanya dengan nada mulai meninggi membuatku semakin tidak mengerti apa yang sebenarnya sudah kulakukan hari ini, dan aku hanya merespon perkataan Kak Aira dengan gelengan kepala.
Kulihat Kakak CLI yang sebenarnya cukup disegani banyak adik kelas ini membaca selembar kertas tipis abu abu yang kuduga adalah spy paper report selembar kertas berbahaya dan biasanya digunakan pelanggar lain yang mendapatkan hukuman untuk menjadi mata mata bagi siapapun yang secara tidak sengaja melakukan kesalahan ucapa atau dalam peraturan berbahasa.
Rabu, 06 Maret 2019
Live Without Haris ( a part of In The Name of Friendzone )
Prolog
Haris, a name that I didn't think before that I'll remember in my future.
Seorang pria sederhana dengan efek yang bisa dirasa luar biasa dalam hidup gue meski dia bukan seseorang yang pernah memiliki ikatan khusus dengan gue.
Pertama kali kenal pria ini ketika masa sekolah menengah atas yang gue jalani di salah satu pondok pesantren modern di jawa timur, waktu itu gue kelas 6 yang setara dengan siswi SMA kelas 3. Seorang adik kelas mengirimkan foto dan biodata singkat gue ke salah satu majalah islam remaja yang sedang hits kala itu tahun 2000an awal, kemudian terpampanglah foto lugu gue dengan biodata yang berisi nama, alamat rumah, sekolah, nomor telepon, hobi, dan cita cita. Mulanya gue gak tahu tentang hal itu sampai kemudian seorang ustadzah atau guru mengucapkan selamat karena terpampang di salah satu halaman majalah tersebut sebagai pembaca terpilih edisi kesekian (gue udh g ingat lagi detilnya) dan artinya akan ada banyak orang yang melihat selain ustadzah tersebut, usut punya usut ternyata memang ada sekelompok adik kelas yang melakukannya tanpa maksud aneh aneh karena toh mereka pun g mengangkaa akan terpilih, tapi nasi sudah menjadi bubur ya sudahlah gue g ambil pusing dengan hal tersebut yang saat ini mungkin beken dengan istilah 'prank' tersebut, karena gue pikir toh I m safe in this boarding school no one will recognize me a lot juga.
But, one day gue menerima paket yang tidak biasa, tertulis pengirimnya Mama Papa (wait I never call my father with papa actually) alamat nya betul alamat rumah ortu gue. Paketnya tapi tidak besar, bukan kardus indomie sebagaimana yg biasa diberikan ortu gue, melainkan kardus 0
Gue ketemu lagi dengan pria ini dimasa gue kuliah di salah satu universitas swasta di Jakarta, waktu itu gue baru semester empat FISIP jurusan Hubungan Internasional
Selasa, 05 Maret 2019
Nyimak lagunya Skylar Grey - Everything I Need
Pagi ini pas gue perjalanan ke kantor, someone sent me a link of some song, pas gue liat sih Skylar Grey - Everything I Need. Setau gue ost nya film Aquaman yg rilis bbrp waktu lalu tapi gue g sempet nonton. Dan gue jg g ngeh bgt lagunya kek mana.
Gue ceklah di aplikasi joox, well kalo nyimak dr liriknya nih lagu melow telling about someone yg start ke dunia dgn unhappy story tp doi dibutuhin bg seseorang.
Anjir knp sekarang gue mendadak ngerasa basah di mata ya dengerin ni lagu 😅 jijik banget kalo gue in the mode of touchable by a sad song.
G paham sih knp gue dikirimin lagu ini oleh beliau yg dirahasiakan 🤣. Dan td pas awal dengerin di kereta gue malah merasa bete dan lil bit in anger, apaan sih digombalin pagi pagi, eneg bgt, drop mood gue dr biasa aja ke pengen udahan kenal beliau.
Soalnya terdengar bulshit bgt kalo lirik di lagu Skylar ini di kaitkan ke perasaan doi, krn g berbanding lurus dgn realita dan tindakan yg sudah terjadi 😂. Gatel banget tangan pengen blokir wa nya tu beliau tp belom kelakon juga sih smp detik ini.
Tadi sih gue udh kirimin lagu balasan yaitu Take what u want nya One Ok Rock, I don't care itu cocok atau enggak, pokoknya itu yg lagi gue denger pagi tadi jd gue kirim itu lagu sbg bentuk kekesalan gue.
Trus mendadak gue merasa diingatkan lagi ttg penyesalan dlm hidup gue yaitu; menikah, menikah, dan pulang ke rumah ortu with Hikaru.
Oia beliau itu siapa sih? Dirahasiakan sih. But sbnrnya ada di bbrp crita crita gue diblog ini.
Does Father's Karma exist?
Gue Dian, anak perempuan sulung di sebuah kluarga, gue mulanya g ngeh dan g peduli dgn anggapan or mitos kalo apa yg pernah dilakuin cowo semasa hidupnya or semasa jomblonya maka bisa ng-impact ke anak perempuannya kelak.
But, i start to think about it since something happen in my life, the worst thing that I never think about before, something that actually I ever afraid about, happen to me suddenly and so quickly, and almost made me loosing my faith, seriously my faith.
It's what people said as Karma, do u think karma really does exist? I m not so sure actually. But I'll tell u the story of me, Dian.
Cross The Lovers Line
Cerita cinta young adult, let me think about the figures name.
Inspiration from Meghan Trainor album The Love Train.
Ungkapan cross the lover line mean berubahnya status sebuah hubungan dari apa menjadi ke jenjang lainnya yg biasanya lebih tinggi atau serius.
Sabtu, 02 Maret 2019
Rumitnya Jadi Wali Murid
2 maret 2019
Hari ini gw nganter hikaru tes tulis masuk sekolah dasar, yg x ini di MI. Gw n hikaru start kluar rumah jam 8 dan sampe sekolahan sekitar 8.10 pake Gojek. Udah rame.
Honestly gw emang kurang bergaul sih di kawasan tempat tinggal sini, trlebih sejak punya anak tapi g pernah resepsi, bukan karena takut akan gunjingan orang tapi lebih ke males aja memang.
Jadi pas di calon sekolah Hikaru pun gw g kenal siapapun, but thanks god my son is a humble and friendly human plus popular (in fact) jadi dia seperti menenangkan gw (yg sbnrnya biasa aja juga sih) di tempat asing yg ramai ini.
Lucunya klo biasanya ortu yg ngenalin anaknya ke org lain yg dy kenal pas dlm suatu pertemuan, itu g berlaku bagi gue di banyak moment ahahha seringkali Hikaru lah yg pertama kali kenal seseorang lalu memperkenalkan gue sebagai Ibunya 😊 really such a nice thing I've got in life as mom, perasaan yg agak lebay sih mungkin bagi bbrp org, tp buat gw yg jarang di-akuin orang sbg someone importantnya ke orang lain, itu happines banget, terlebih sm anak sendiri 😍.
Hikaru ngenalin gw ke bbrapa anak sebayanya yg otomatis ngenalin gw ke mama nya itu anak haha, dan ya hal tersebut membuat gw jd mau g mau punya temen berbincang selama Hikaru menjalani tes di dalam kelas y jd g kliatan trlalu aneh dan ansos lah gw akhirnya hehehe.
Setelah anak anak calon pelajar masuk ke ruang tes dan para ortu diminta menunggu diluar, nah y bbrp ortu anak kenalannya Hikaru nyapa gue yg hampir rata rata bilang 'baru tau mamanya Hikaru, y ampun masih muda y ternyata, pernah liat cuma kirain bukan mamanya Hikaru' dalam hati gw 'lha trus gw ini sapa yak !?!' but y sudahlah, senyumin ajah toh bukan salah mereka, bukan salah gue juga sih tapi hahaha. Ya obrolan ngalor ngidul ala emak emak buat ngisi waktu kosong nunggu anak gitulah kira kira sebenarnya , agak disayangkan sih krn g da briefing khusus buat para ortu dr pihak sekolah meski tes buat anak anak beneran serius bahkan bbrp ortu kliatan cemas banget ngalahin expresi grogi anaknya yg jalanin tes hehe ya that's parent dude 😊 oftenly feel more than their kids feel haha.
Obrolan ngalor ngidul yg mulanya seputar kondisi masing masing anak, persiapan buat ngadepin tes, prediksi hasil tes, pilihan sekolah lain, kegiatan emak emak di tempat les, tiba tiba brubah haluan ke masalah pasangan hidup gegara ternyata anak dites menulis data ortu mereka dan ada anak yg tiba tiba kluar dan manggil mamanya krn kyknya merasa g bs nulis bagian tersebut entah krn grogi atau bad mood mendadak, ya namanya juga bocah masih kecil br mau ngenal dunia sekolah lanjutan.
Well, gw jd tiba tiba worry sih ttg hikaru krn jarang bgt ngebahas perihal ortu ortu bgini, apalagi nulis nama ayahnya, omaygat 😌 meskipun bukan hal tabu tp ya memang jarang bgt disinggung sih hal ttg ayah bahkan namanya sekalipun. Gue sbg enak ngasih tau, udh ngasih tau, g da nutupin identitas ayah dy, cuma yaa gimana y, well sometimes we didn't think seriously about someone who doesn't exist physically near and seen in our daily right?!?, Can u get my mean?!? Meskipun tanpa mengurangi rasa respect dan care kami terhadap beliau yg tidak bersama kami tersebut.
Ok back to Hikaru, ke gue sih lbh tepatnya pas tau kenyataan tersebut, omaygat what Hikaru will answer that without confiousness, apa dia bakal kluar ruangan juga seperti anak yg sebelumnya gue liat? Atau menahan baper didalam sana sampe tes berakhir, seriously i have no idea meski gw udh siapin diri klo dy tiba tiba kluar dan memastikan his father name. But, Hikaru g kluar ruangan, he stay in there dan gue cuma bs doain terus agar doi feel comfort n fine jalanin tes sampe akhir.
Pas gw lagi sibuk sama kekhawatiran di hati gue sendiri, tiba tiba ada emak emak yg nanya
" Hikaru gimana udh diajarin blom nulis nama ayahnya ?"
Inside my heart 'ouch u pinch me lady' sambil senyum yg entah gmn itu bentuk senyum gw sbnrnya, i told that emak emak ' Hikaru udah tau kok, insya allah dy bisa harus gimana' 😊 gue senyum diluar tapi retak didalam hahaha thats what I feel.
"eh iya y kl g salah kan, ayahnya Hikaru g ada y" sahut emak lain lagi.
'uwow what's the matter is this?!?' otomatis gue narik garis di dahi, kok berlanjut ke sana sih.
Kamis, 21 Februari 2019
Efek 'Mama Salwa datang ke Bimba'
U know mak, akhirnya stelah perdebatan gegara 'mama salwa ada di bimba' dan kmungkinan mrupakan kode dr Hikaru yg pengen gw hadir juga sesekali di tempat lesnya.
Gw brusaha evaluasi diri dan mikirin manajemen waktu gw, honestly sbg hamba Allah, ibu, karyawan, wali murid, temen, dan anak dr kluarga ortu gw yg sekaligus pembantu rumah tangga dirumah mreka 😝. Gw seringkali merasa kekurangan waktu, 24 jam sehari tu kayak kurang krn msh bnyk hal yg gak maksimal kehandle, g sedikit plan yg melenceng kadang, dan g jarang bikin gw lupa kapan terakhir kali gw nyalon dan massage.
Y tapi itulah hidup, I have choose to walk this way as an independent mom then nothing i can do except keep fighting, keep trying, and stand still to survive.
Well then, i check my work schedule, kbtulan gw saat ini (feb 2019) msh bekerja di satu fast growing start up pada bagian layanan pelanggan dan masih kena sistem jadwal shifting jd bakal ganti ganti jadwal kerja, dan ada jadwal jam siang hingga malam. Gw putuskan buat nyoba sempetin waktu hadir di tempat les hikaru meski mungkin g full time stand by,
Kamis, 31 Januari 2019
Mōichido : Kangmas
Mōichido : Diajeng
Kamis, 24 Januari 2019
Hikaru's Dreams
Finally hari ini 2 maret 2019
Anak gue Hurairah Hikaru D bisa jawab dgn serius pertanyaan ttg cita cita di formulir pendaftaran sekolah dy bilang mau jdi pemain musik hebat atau musisi. Well stelah sebelumnya dy bilang pgn jd ultraman akhirnya nemu juga dy hal yg lbh real dan terdengar serius buat jd goal dlm hidupnya hehhee
Pantesan dy minta minta les drum. Mudah mudahan bisa terus bantu hikaru wujudin mimpi2nya yg positif dan bs bawa berkah buat org lain juga. Aamiin.