Pertama Kali Melihatmu
Pertama kusadari ada dirimu
Tak dapat kupahami apa yang harus kurasa
Apakah ku harus berbahagia atas suatu yang luar biasa
Atau justru meragu tentang label 'Ibu'
Pertama melihatmu yang belum sempurna
Melalui layar hitam putih USG bidanku yang sudah tak muda
Betapa ku menyadari kuasa Tuhan atas manusia
Tak hanya membentuk jasad dan memberi nyawa
Namun juga memberi warna pada setiap ciptaannya
Saat itu hanya ada kamu dan aku
Kita sama sama tak tahu
Apakah kita benar benar akan bertemu
Atau kau yang akan mengantarku pergi dari dunia semu
Setelah 280 hari keberadaanmu dalam tubuhku
Satu hari di bulan Juli nan sepi
Kurasakan nyeri yang luar biasa baru
Lalu kusadari kau sedang berusaha hadir ke dunia ini
Moment antara hidup dan mati yang kita jalani
Masa dimana ku sangat berpasrah pada yang maha kuasa
Masih saja hanya ada aku dan kamu
Kamu dan aku dan bidan yang setia
Aku tak tahu dimana dia
Ku minta maaf karena hanya ada aku.
Tangismu menyadarkanku bahwa aku telah berhasil
Ku menciptakan satu tanggung jawab baru
Tentang peran sebagai ibu
Tentang dirimu hey manusia kecil
Pagi ini adalah Minggu yang cerah
Kau hadir dengan masih berwarna merah
Di telingamu Ku lantunkan syahadat, adzan, dan iqamah
Untukmu, aku ibu sekaligus ayah.
Pertama melihatmu, kau tak nampak asing meski baru bertemu
Kau mungkin seorang yang baru bagiku
Tak ada miripmu denganku
Tapi kau seperti ibuprofen penghilang rasa nyeriku
Permulaaanmu mungkin tak sebahagia diriku saat menyematjan sederet nama
Namun, apapun itu kita akan hadapi bersama
Karena sejak hari pertama ku melihatmu
Kau dan aku adalah keluarga.