Rabu, 31 Juli 2019

Minyak dan Air

Gw pen crita tentang gw dan seorang pria, dimana hubungan kami tu g seperti pasangan pada umumnya tapi juga g seperti teman pada biasanya.

Ibarat minyak dan air, sama sama zat cair tapi g bisa nyatu, lebih parah dari pada minyak dan api sih karena dua itu saling mempengaruhi, dan g lebih baik daripada air dan api karena dua itu saling ngimbangin or ngademin. Kami sama tapi g menyatu, beda fungsi, dan berjalan di track masing masing g bisa saling mempengaruhi. Kami bisa berada di satu wadah tanpa mengganggu satu sama lain, respect kedudukan masing masing, tapi tidak saling mempengaruhi dan tidak dapat larut untuk berkolaborasi.

Gue si minyak mungkin bisa saja memberikan rasa pada si air, saat gw jadi minyak bumbu misalnya tentu akan memberikan rasa pada air yg tawar. Tapi gue akan tetap mengambang di permukaan air, g akan jatuh ke dasar air.

Air sendiri merupakan zat yang termasuk polar sifatnya, hal tersebut karena adanya distribusi muatan yang tidak merata pada strukturnya. Satu sisi bersifat positif sedangkan sisi lain cenderung bersifat Negatif. Karena sifatnya yg polar tersebut maka kebanyakan zat cair akan menjadi larut didalam Air.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar